Introduction to ArcGIS Pro



Hutan Amazon

Hutan hujan Amazon membentang sembilan negara dan jutaan kilometer persegi. Karena deforestasi, perkiraan saat ini hanya menunjukkan sekitar 80 persen dari hutan hujan asli tetap. Dalam pelajaran ini, Anda akan menggunakan ArcGIS Pro untuk membuat peta deforestasi di negara bagian Brasil, Rondônia. Kemudian, Anda akan memperkirakan berapa banyak deforestasi akan disebabkan oleh jalan yang diusulkan untuk dibangun di seluruh negara bagian. Alur kerja Anda memerlukan beragam data, pengeditan fitur, dan alat analisis. Anda juga akan belajar bagaimana membagikan hasil Anda sebagai peta cetak yang informatif.

Dalam pelajaran ini, Anda akan membuat peta menggunakan ArcGIS Pro. Pertama-tama Anda akan memulai proyek, kemudian Anda akan mengimpor dokumen peta yang ada dan data yang Anda butuhkan untuk melakukan analisis. Kemudian, Anda akan melambangkan dan mengatur data untuk memastikan Anda memiliki apa yang Anda butuhkan.

Bahan Training ini secara gratis dishare oleh arcgis, disini kami menampilkannya dalam bahasa Indonesia.

  • Klik Link berikut ini Go to the Get Started.
  • Lihat pada gambar Brazilian_Rainforest. Klik Open in ArcGIS Desktop untuk men-downloadnya.


  • Kemudian klik juga gambar Rondonia untuk men-downloadnya.
  • Extract file hasil download
  • Buka ArcGIS Pro.
  • Jika sudah memiliki project sebelumnya gunakan  Recent Projects. Bila belum, klik NEW. klik Catalog. 
  • Template Catalog digunakan bila kita hanya akan membuat map saja. Bila kita tdak menggunakan template ini,  kita akan membuka sebuah blank project untuk membuat map dan scene.
  • Di jendela Create New Project, beri nama proyek Rondonia Deforestation. Secara default, proyek disimpan ke folder ArcGIS, yang terletak di folder Documents di C: Drive komputer Anda. Untuk menyimpan proyek di tempat lain, silakan ke lokasi yang berbeda.
  • Pastikan centang check box Create a new folder for this project. 
  • Nama file project dalam extension .aprx, geodatabase default, dan kotak peralatan. Mengarsipkan ini bersama-sama membuatnya lebih mudah untuk menemukan, berbagi, dan menyimpan proyek dan data Proyek Anda terbuka dan menampilkan tampilan Catalog. Dalam tampilan ini, Anda dapat mengelola dan view data.
  • Sekarang Anda  akan memulai menambah data untuk project Anda. Data disimpan dalam format  ArcMap map document (.mxd).
  • Pada menu, tab Insert , klik Import Map

  • Browse pada folder temukan file hasil download Brazilian_Rainforest.mxd kemudian klik OK.
  • Suatu map tab bernama Brazilian Rainforest ditambahkan ke project,  memiliki 3 layer: Brazilian states, outline of the Amazon ecoregion, dan cities in the state of Rondônia. Ketiga layers digambar pada default basemap, Topographic. 
  • Untuk dapat menampilkan  characteristics dari rainforest, kita ganti basemap to Imagery. Pada Menu, klik Map tab. Pada grup Layer, klik Basemap dan pilih Imagery.

  •  A basemap menampilkan background reference information seperti landforms dan political boundaries yang akan memudahkanmenampilkan  lokasi data in the context of the world. 
  • Kemudian, kita temoatkan  Brazilian state of Rondônia.
  • Pada Menu, dalam grup Inquiry, klik Locate

  • Locate pane muncul. Pane ini, dapat ditempatkan dimana saja. By default, ia muncul di sebelah kanan  project menutupi Catalog pane. Locate pane membuat kita bisa menemukan tempat-tempat pada map menggunakan keyword search.
  • Pada Locate pane, cari Rondonia.
    Beberapa hasil muncul, dan map zooms ke Brazilian state of Rondônia.

  • Close Locate pane.Pada Quick Access ribbon klik Save.