Menggambar Grafik Batang (Barplot) menggunakan programming R



  • Kali ini kita akan mencoba menampilkan data dengan menggunakan fungsi barplot() di R
  • Ada 2 bentuk barplot yaitu vertikal (tegak) dan horisontal (mendatar)

Barplot vertikal

  • Syntax dari fungsi barplot yang sederhana:

barplot(var1, # data berbentuk vektor  
main = "....................", #judul
xlab = "............", # keterangan general sumbu X
ylab = "............", # keterangan sumbu Y
names.arg= ......... ) # keterangan per batang sumbu X

  • Yang dibutuhkan disini adalah: 
    • satu attribute atau cukup dengan membuat satu vektor saja  
  • Sekarang kita coba dengan data yang sederhana saja misalkan kita memiliki customer 
    • tahun     jumlah_customer
    • 2011     15000 orang
    • 2012     16500 orang
    • 2013     16300 orang
    • 2014     17200 orang
    • 2015     18900 orang
  • Kemudian kita buat program R nya sbb:
> barplot(JmlCustomer, #nama attribute
         xlab="Tahun", #keterangan sumbu X
         ylab="jumlah customer", # keterangan sumbu Y
         names.arg = c(2011:2015), # 
         main="Perkembangan Customer tahun 2011-2015")

  • Disini isian barplot di atas tidak berurutan tapi tidak masalah bagi R, yang penting jelas ini untuk xlab, ini untuk main dst.
  • Hasilnya:

  • Disini sumbu vertikal angkanya masih 15000 padal tinggi batang jauh melebihinya. Untuk itu kita perlu menambahkan isian batasan (limit) xlim untuk sumbu X dan ylim untuk Y. Namun di kasus ini hanya dibutuhkan untuk sumbu Y saja.

> barplot(JmlCustomer,
         xlab="Tahun",
         ylab="jumlah customer",
         names.arg = c(2011:2015),
         main="Perkembangan Customer tahun 2011-2015",
         ylim=c(0,20000))
  • Hasilnya:

  • Sekarang kita mengubah warna batang. Warna grafik batang di atas masih monoton. Untuk itu kita perlu menambahkan isian warna col="....." diisi dengan kata warna bahasa Inggris. Misalkan kita pilih "red".
> barplot(JmlCustomer,
        xlab="Tahun",
        ylab="jumlah customer",
        names.arg = c(2011:2015),
        main="Perkembangan Customer tahun 2011-2015",
        ylim=c(0,20000),
        col="red")

Hasilnya:


  • Kalau ingin mengubah warna menjadi 2 warna berselingan, kita bisa ubah menjadi kode warna R 0=gray, 1=black, 2=red dst. Sehingga code kita menjadi:
> barplot(JmlCustomer,
        xlab="Tahun",
        ylab="jumlah customer",
        names.arg = c(2011:2015),
        main="Perkembangan Customer tahun 2011-2015",
        ylim=c(0,20000),
        col=c(1,2))
  • Hasilnya:


  • Sekarang kita ubah menjadi masing-masing batang memiliki warna yang berbdeda Kita gunkan kode warna 1 sd 5.Sehingga code kita menjadi:
> barplot(JmlCustomer,
        xlab="Tahun",
        ylab="jumlah customer",
        names.arg = c(2011:2015),
        main="Perkembangan Customer tahun 2011-2015",
        ylim=c(0,20000),
        col=c(1:5))
  • Hasilnya:



Barplot Horisontal


  • Kali ini kita coba mengubah posisi grafik menjadi horisontal atau mendatar, kalau semua yang di atas itu bentuknya vertikal atau tegak ke atas.
  • Disinikita belajar menggunakan parameter horiz yang secara default kalau tidak diisi dianggap horiz=FALSE yang berarti grafik digambarkan secara vertikal
  • Untuk membuatnya menjadi mendatar kita gunakan horiz=TRUE. 
  • Cuma ada yang harus diganti kalau tadi limit untuk sumbu Y sekarang kita ganti limit untuk sumbu X atau xlim.
  • Codenya:
> barplot(JmlCustomer,
         xlab="Tahun",
         ylab="jumlah customer",
         names.arg = c(2011:2015),
         main="Perkembangan Customer tahun 2011-2015",
         xlim=c(0,20000),
         col=c(1:5),
         horiz=TRUE)
  • Hasilnya:












No comments:

Post a Comment