Algoritma Djikstra

by Contributor Cecilia



1. Tentang Algorithma Dijkstra


       Algoritma ini ditemukan oleh Edsger Wybe Dijkstra, seorang ilmuwan komputer asal Belanda, yang dipublikasikan pada tahun 1959 dalam sebuah jurnal Numerische Mathematik dengan judul “A Note on Two Problems in Connexion with Graphs”.

Edsger Wybe Dijkstra

       Djisktra berpikir tentang permasalahan lintasan terpendek ketika bekerja di Mathematical Center, Amsterdam pada tahun 1956. Pada masa itu, Djisktra bekerja sebagai programmer yang menunjukkan kemampuan dari komputer baru yaitu ARMAC dengan tujuan untuk memilih solusi dari masalah yang ada melalui komputer yang dapat dipahami oleh orang-orang yang tidak menggunakan komputer. Dia merancang Algoritma Djikstra ini untuk diterapkan dalam ARMAC untuk peta transportasi dari kota ke kota di Belanda. Algoritmanya baru diterbitkan tiga tahun kemudian, pada tahun 1959.


2 Kegunaan Algoritma Dijkstra


Algoritma Dijkstra sangat populer dalam penyelesaian masalah pencarian rute atau lintasan terpendek dari berbagai pilihan rute atau lintasan. Algoritma ini sering digunakan karena lebih efektif dan efisien dari sisi waktu, serta penyelesaian masalahnya dilakukan langkah demi langkah sehingga membuat pembaca mudah memahami.
Dengan adanya Algoritma Dijkstra, permasalahan tentang pencarian rute atau lintasan terpendek dapat diselesaikan dan menghasilkan solusi yang dapat membantu penggunanya dalam mengambil keputusan.


3 Kelebihan Algoritma Dijkstra

  • menentukan rute atau lintasan tercepat dengan waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan algoritma lainnya
  • mempermudah kita dalam mengetahui jarak atau lintasan terpendek dari suatu titik tertentu ke semua titik yang lain.
  • menampilkan visualisasi data dalam bentuk peta jika diterapkan dalam system geografis.
  • memudahkan pembaca dalam memahami dan membaca penampilan rute atau peta
  • Lintasan yang terdapat di dalam rute atau peta dapat diberi warna sehingga semakin memudahkan dan membuat penampilan Algoritma Dijkstra lebih menarik, karena setiap warna membedakan dari titik yang lain.
  • dapat digunakan untuk memetakan rute-rute alternative jika rute utama mengalami hambatan.


4. Kekurangan Algoritma Dijkstra

  • Penerapan Algoritma Dijkstra dalam sebuah system akan terputus dari web server jika terdapat suatu titik pada graf yang berdiri sendiri atau tidak terhubung.
  • Nilai titik yang digunakan harus bernilai positif, karena akan merusak perhitungan algoritma jika nilai titiknya negatif.

5. Pseudocode Algoritma Dijkstra



No comments:

Post a Comment