Time Series Basic Patterns



Time Series merupakan suatu jenis analisis tentang nilai suatu objek terhadap perubahan waktu. Contohnya nilai mata uang, harga barang, jumlah barang, dll. Perubahan waktu harus dinyatakan dalam interval waktu yang sama, misalkan dalam:
  • mingguan: W1, W2, W3, ... 
  • harian: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu atau bisa juga D1, D2, D3, ... 
  • tahunan: 2001, 2002, 2003, ... 
  • dalam 2 harian: D2, D4, D6, D8, ...
  • dalam periode 4 jam: H4, H8, H12, ...
  • dll yang penting sama interval waktunya.
Dalam analisis timeseries kita mencoba membaca pattern yang terjadi dan kegunaannya adalah kita membuat prediksi di masa depan.

gambar 1

  • Gambar 1 menunjukkan hasil penjualan es krim di tahun 2010-2012, dimana terjadi pattern hasil penjualan yang berulang-ulang setiap tahunnya. Di Q4 setiap tahunnya naik sampai mencapai puncak dan kemudian turun sampai nol di Q1, kemudian, naik lagi di Q2dan turun di Q3. 
  • Kita bisa berharap pola yang sama akan terjadi lagi di tahun 2013 yaitu penjualan es krim akan mencapai puncaknya pada Q4 tahun 2013.
Selanjutnya kita akan bahas macam-macam pattern dalam analisis timeseries.

Variation (Variasi)

  • Sebuah variasi  terjadi bila  terjadi pola High (titik tertinggi) dan Low (titik terrendah) secara bergantian.
  • Pada gambar 2, kita temukan H dan L muncul bergantian
  • Variasi  terjadi bisa kapan saja tidak peduli berapapun interval waktunya.
gambar 2

Trend

  • Trend ada tiga yaitu trend naik (uptrend), trend turun (downtrend), dan tidak ada trend (sideways)
  • Trend dikatakan UPTREND kalau H berikutnya cenderung lebih tinggi dari H sebelumnya dan L berikutnya juga cenderung lebih tinggi dari L sebelumnya. Contoh gambar 3.

gambar 3


  • Trend dikatakan DOWNTREND kalau H berikutnya cenderung lebih rendah dari H sebelumnya dan L berikutnya juga cenderung lebih rendah dari L sebelumnya. Contohnya gambar 4.
gambar 4


  • SIDEWAYS atau tidak ada trend terjadi kalau kedua kondisi trend di atas tidak ditemukan. Tidak uptrend, tidak downtrend juga. Contoh gambar 5.
gambar 5


Seasonal (Musiman)

  • Suatu keadaan disebut SEASONAL bila kita dapat menemukan pola H dan L salah satu atau kedua-duanya muncul secara konsisten pada periode waktu tertentu.
  • Seasonal selalu/sering terjadi dan terberulang-ulang pada periode waktu tertentu. 
  • Contoh gambar 6, musim rambutan terjadi di Q4 sehingga penjualan rambutan mecapai puncaknya di akhir tahun.
gambar 6

Cyclic (Siklus)
  • Sama seperti seasonal, CYCLIC juga selalu terjadi namun periode waktunya tidak menentu. Contoh gambar 7, puncak peningkatan penjualan marmer tidak menentu bergantung pada aktifitas impor dan produsen lokal.
  • Cyclic memiliki 4 fase yaitu"
    • Peak (prosperity) mencapai titik puncak
    • Contraction/resesi: penurunan
    • trough (depression) :mencapai titik terrendah
    • expansion/recovery/growth: perkembangan
gambar 7

Irregular (Random)

  • Yaitu keadaan dimana tidak bisa ditemukan pola apapun dalam satu periode waktu tertentu.
  • Biasanya terjadi setelah musiman selesai, ataupun mengalami bencana alam sehingga pola/trend menjadi rusak.

No comments:

Post a Comment